PRESIDEN Venezuela Hugo Chavez berkuasa sejak 1998. Selama itu pula dia mampu mengalahkan rival-rivalnya. Namun, kali ini Chavez harus bekerja keras mengalahkan musuh yang tak diharapkannya, mantan istrinya.
Marisabel Rodriguez, mantan istri kedua Chavez, ikut dalam Pemilihan Wali Kota Barquisimeto, kota terbesar keempat di Venezuela. Dia didukung partai sayap kiri independen, Podemos. Partai ini merupakan oposisi utama Chavez.
Hasil pemilihan ini akan menguji tingkat popularitas Chavez yang belakangan kian menurun menurut sejumlah jajak pendapat. Chavez menghadapi turunnya dukungan menjelang pemilihan 22 gubernur, 328 wali kota, dan 233 pemimpin wilayah yang akan digelar dalam beberapa minggu mendatang.
Di salah satu jajak pendapat, 82 persen mengatakan, mereka tidak setuju dengan kebijakan Chavez di bidang keamanan dan kejahatan. Sebanyak 60 persen responden juga menolak pemutusan hubungan dengan AS. Sementara itu, 84 persen menegaskan mereka tidak suka Fidel Castro.
Chavez dengan bercanda mengatakan, Castro adalah "ayah kita yang ada di Havana".
“Tempat dia kalah akan menjadi simbol kekalahannya nanti,” kata Luis Vicente, analis Datanalisis, lembaga yang mengadakan jajak pendapat itu.
Chavez sangat serius menghadapi pemilu regional ini. Sampai-sampai dia harus tampil berpidato di tiga stasiun televisi atau radio setiap hari. Pidato Chavez itu dilakukan tanpa pemberitahuan dan sering kali menggunakan slot tayang opera sabun populer ataupun program-program lain.
“Ini fenomena baru. Seorang presiden pengkotbah. Dia presiden yang paling banyak berbicara di media. Sejak 1998 dia sudah muncul selama 7.000 jam atau sama dengan 291 hari kerja,” beber Antonio Pascali, seorang ahli media.
Marisabel, jurnalis yang kemudian menikah dengan pelatih tenisnya, memang bukan lawan sembarangan bagi Chavez. Dia beberapa kali berhasil membuat Chavez jengkel di arena politik maupun kehidupan sosialnya.
Sejak bercerai pada 2002 dan diikuti pertarungan memperebutkan satu-satunya putri mereka yaitu Rosines, pasangan itu memang seperti selalu 'menghibur' rakyat Venezuela lewat perseteruan mereka.
Namun, ketika berkampanye menjadi wali kota di negeri yang mulai berbalik meninggalkan Chavez, Marisabel mungkin membuktikan bahwa karier politik mantan suaminya itu akan segera berakhir.
“Anda seharusnya mengerti siapa Chavez sebelum sekarang. Dia tak terlalu berbeda dengan Chavez 1997. Jika dia bukan diktator, paling tidak dia mirip seorang diktator,” beber Marisabel. tm/van
Chavez Melawan Mantan Istri
Rabu, 19 November 2008 | 08:44 WIB
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 tanggapan:
Posting Komentar